Selasa, Juni 02, 2009

Review Night At The Museum 2



Rilis : 27 Mei 2009, Sutradara : McG, Naskah : John D. Bracanto, Michael Ferris, Studio : Columbia Pictures/Sony Pictures Entertainment, Durasi : 130 menit, Bujet : 200 juta Dollar Amerika
Pemain :
Ben Stiller ……………..………………. Larry Daley
Robin Williams ………………………... Theodore Roosevelt
Amy Adams …………………………… Amelia Earhart
Owen Wilson ………………………….. Jeddediah Smith
Steve Coogan ………………………….. Octavius
Bill Hader ……………………………… Gen. George Armstrong Custer
Ricky Gervais ………………………….. Dr. McPhee
Hank Azaria ……………………………. Kah Mun Rah
Alain Chabat …………………………… Napoleon
Christoper Guest ……………………….. Ivan The Terrible
Jon Bernthal …………………………..... Al Capone

Memang film ini kelihatannya ringan dan biasa saja, tapi film ini diisi dengan humor – humor yang dapat diterima di semua kalangan usia. Maka banyak orang yang berasal dari berbagai kalangan usia menyukai film ini. Tak heran jika film ini mampu memuncaki Box Office di pekan pertama perilisannya, dengan pendapatan lebih dari 70 juta Dollar Amerika. Film ini mampu mengalahkan pesaing beratnya yaitu terminator salvation, serta menggeser X-men Origins : Wolverine yang berstatus pemuncak sebelumnya.

Tema yang diangkat yaitu tentang museum, itu juga salah satu faktor film ini dapat diterima oleh semua kalangan usia. Museum yang dipilih pun tidak sembarangan, yaitu museum smithnosian. Bahkan untuk dapat syuting di museum tersebut, harus merogoh kocek sebesar 550 ribu Dollar Amerika.

Tapi terkadang di film ini ada sebagian humor yang terkesan garing atau tidak di mengerti maksudnya. Hal ini disebabkan banyaknya humor khas amerika yang hanya bisa dimengerti oleh orang amerika. Maka wajar saja jika orang non Amerika tidak mengerti apa yang dimaksud dari humor tersebut.

Ben stiller disini aktingnya biasa saja, malah yang sering membuat lucu adalah sang makhluk – makhluk yang hidup itu. Selain didukung paras yang cantik, Amy Adams berakting cukup bagus sebagai love interest dari Ben Stiller.

Ending film ini dalam kategori biasa, tapi tetap berkesinambungan dengan cerita. Film ini bisa saja akan dibuatkan sekuel kembali, mengingat film pertama yang tidak di rencanakan untuk membuat sekuel. Namun setelah mendapatkan total pendapatan sebesar lebih dari 550 juta Dollar Amerika di seluruh dunia, maka godaan untuk membuat sekuel dari film ini tak bisa dibendung lagi. Kita lihat saja nanti berapa total pendapatan yang dihasilkan oleh film ini, maka dari situ bisa ditebak apakah film ini akan dibuatkan sekualnya kembali atau tidak.

Pemain : 6,5
Cerita : 6,5
Ending : 6
Efek/animasi : 6,5
Keseluruhan : 6,5


Senin, Juni 01, 2009

Review Angels & Demons


Rilis :15 Mei 2009, Sutradara : Ron Howard, Naskah : Dan Brown(Novel), AkivaGoldsman, David Koepp, Studio : Columbia Pictures, Durasi : 140 menit, Bujet : $200 juta

Pemain : Tom Hanks, Ayelet Zuhrer, Ewan Mcgregor, Stellan Skarsgard, Nikolaj Lie Kaas, Armin Mueller-Stahl, Piefrancesco Favino, David Pasquesi, Victor Alfieri, Cosimo Fusco, Allen Dula.



Di dalam layar bioskop film ini dijadikan sekuel dari The Da Vinci Code. Namun sesungguhnya di novel aslinya Angels & Demons lah yang terbit terlebih dahulu, bahkan sebagai novel pertama dalam serial novel ini. Tampaknya Ron Howard tidak pusing – pusing untuk menjadikan film ini sebagai sekuel, bahkan terkesan digampangkan. Benang merah film ini dengan film sebelumnya hanyalah dialog – dialog kecil, bukan dari suatu peristiwa.


Para penggemar novel ini banyak yang kecewa setelah mengetahui bahwa film ini akan dibesut kembali oleh Ron Howard dan Tom hanks sebagai pelakon utamanya. Karena para penggemar menganggap kedua orang tersebut akan membuat film ini dengan “cari aman” saja. Seperinya hal itu bisa dibenarkan, melihat akting Tom Hanks yang terkesan biasa saja, namun tetap lumayan menawan seperti biasanya. Serta kualitas film yg terasa lebih ringan daripada sebelumnya.


Film ini sendiri, dari awal hingga di tengah – tengah terasa agak membosankan karena banyak di dominasi oleh dialog – dialog. Baru di 50 menit terakhir terasa tegang dan bagusnya film ini. Bagi yang tidak mengetahui cerita sejarah yang diangkat, anggap saja sebagai pengetahuan baru karena menarik untuk disimak. Selain itu, ada point yang lain patut di acungi jempol yaitu bagian set. Karena hampir separuh dari keseluruhan set yang ada dibuat di studio, bisa dibayangkan bagaimana membuat set di studio yang menakjubkan.


Disini ada Ayelet Zuhrer aktris dari israel, disini dia tidak terlalu mencuri perhatian karena aktingnya terasa biasa saja. Namun karena dia disini sebagai pendamping aktor utama, maka mau tak mau mata kita harus selalu tertuju padanya. Disini ada juga Ewan Mcgregor, dia berperan sebagai carmelengo yang mempunyai karakter kalem dan santun tetapi mempunyai skill/kekuatan yang tidak biasa(dalam film ini dia sanggup menerbangkan helikopter). Seperinya Mcgregor sangat cocok dengan karakter seperti ini, seperti peran legendaris dia yaitu sebagai Obi-Wan dalam film trilogi awal Star Wars. Namun di film ini dia sebagai sosok antagonis.


Ending film ini bisa dikatakan bagus, karena selain mengejutkan siapa dalang dari semua kekacauan tersebut, didukung pula adegan sebelum – sebelumnya yang mampu menguras emosi kita dengan ketegangan adegan meledaknya anti materi di dalam helikopter. Bisa dikatakan ending film ini mempermainkan emosi kita.


Pemain : 6,5

Cerita : 6,5

Ending : 7

Compare with

Other Sequel : 6,5

Keseluruhan : 6,5



Jumat, Mei 29, 2009

Review Terminator Salvation

Rilis : 27 Mei 2009, Sutradara : McG, Naskah : John D. Bracanto, Michael Ferris, Studio : Columbia Pictures/Sony Pictures Entertainment, Durasi : 130 menit, Bujet : $200 juta

Pemain :

Christian Bale …………………………..... John Connor

Sam Worthington………………………..... Marcus Wright

Anton Yelchin ……………………………. Kyle Reese

Moon Bloodgood ………………………..... Blair Williams

Bryce Dallas Howard …………………..... Kate Connor

Helena Bonham Carter …………….......... Dr. Serena Kogan

Arnold Schwarzenegger &

Roland Kickinger ……………………….... T – 800 Model 101

Linda Hamilton …………………………... Sarah Connor (Voice)


Sebenarnya opening film ini bisa dibilang sangat bagus, ada kesan gahar dan sedikit misterius. 20 menit berjalan masih enak ditonton, tapi entah kenapa rasa bosan langsung menghinggapi. Hingga film berakhir pun kebanyakan rasa bosan yang kita dapat. Tetapi secara keseluruhan bisa dibilang bagus tapi rasa bosan tetap terasa, walaupun disini banyak adegan action dan pertempuran robot yang dahsyat.


Ramuan Batman terbaru yang diusung disini kelihatan, gaya gelap yang di batman diperlihatkan disini. Tidak usah heran karena di bagian naskah Jonathan Nolan ikut nimbrung untuk membantu menyempurnakan naskahnya. Selain Nolan yang membantu ada juga Paul Haggis, Shawn Ryan, David Wilson, dan Anthony Zucker.


Tampaknya Mcg disini masih belum bisa memberikan sesuatu yang baru atau sesuatu yang lebih menarik dari film-film terminator sebelumnya atau film-film perang /action sejenis. Wajar saja jika kita sebagai penonton untuk mengharapkan sesuatu yang belum ada, mengingat disini adalah industri film hollywood. Kembali ke soal McG, jika dibandingkan dengan film sebelumnya yang dibuat olehnya(Charlie’s Angels), bisa dikatakan terdapat peningkatan kualitas pada dirinya.


Selain itu yang menjadi sorotan utama disiniadalah Christian Bale, Bale berperan sebagai John Connor yaitu pemimpin pemberontak melawan skynet. Sosok Batman/Bruce Wayne yang telah melambungkan namanya telah dapat dihilangkan olehnya. Namun film ini ternyata tak menjual Bale semata melainkan menjual cerita terminator itu sendiri, Karena sedari awal banyak yang mendengungkan bahwa bale senjata utama film ini. Paling tidak kita berikan salut d point ini.


Selain itu ada yang mencuri perhatian disini yaitu aktor baru dari Australia, Sam Worthington. Sam berperan sebagai Marcus Wright, robot penyusup jenis baru namun memiliki jantung manusia. Kalau dia dapat mempertahankan kualitas aktingnya, maka tidak salah jika dia nantinya menjadi salah satu bintang di Hollywood.


Endingnya memang berkesinambungan dengan ceritanya, namun terasa biasa sekali. Layaknya ending klasik film-film perang atau pertempuran yang telah ada sebelumnya. Nampaknya untuk dapat membuat franchise film Terminator ini dapat memuaskan semua pihak masih diperlukan tangan dingin dari seorang James Cameroon.


Pemain : 7

Cerita : 7

Ending : 6

The Robot’s : 6,5

Keseluruhan : 6,5